Posted by: Dediarta Bintoro | January 12, 2011

Pembiayaan Pembangunan PPI Camplong -Kab. Sampang

PENDAHULUAN

Kabupaten Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang memiliki potensi perikanan cukup besar. Dapat dilihat dari data produksi perikanan pada tahun 2008 menunjukkan angka 25.214,20 ton/tahun untuk perikanan tangkap dan 4.274,44 ton/tahun untuk perikanan budidaya. Pada tahun 2009, mengalami perkembangan yang signifikan yaitu untuk perikanan tangkap didapat angka sebesar 26.676,70 ton/tahun dan untuk perikanan budidaya 5.447 ton/tahun.( Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sampang,2010). Data menunjukkan bahwa kepadatan tertinggi berada di beberapa kecamatan pesisir, dimana penduduk pesisir mayoritas bermata pencaharian nelayan sebanyak 71%. (BPS : 2009).

Mengingat minimnya fasilitas penunjang perikanan di Kabupaten Sampang. Pada tahun 2005 direncanakan Pelabuhan Perikanan Ikan (PPI) Camplong yang terletak di Camplong – Desa Darma untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat pesisir terhadap fasilitas penunjang untuk kegiatan perikanan.

Akan tetapi, hingga tahun 2010 pembangunannya masih mencapai sekitar 28,5 %. Padahal PPI ini ditargetkan selesai pada tahun 2013 (Renstra Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sampang, 2010). Hal ini tentu saja diakibatkan kendala pendanaan. Oleh karena itu, perlu ditinjau kembali proses pendanaan dalam perencanaan pembangunan PPI Camplong untuk dapat menangani permasalahan pendanaan yang terjadi.

PEMBAHASAN
Surabaya Post, Rabu 05/03/2008 mengabarkan bahwa PPI yang direncanakan bertonase 30 GT ini skala pelayanannya akan mencapai seluruh selat Madura dan merupakan yang terbesar di Madura. Pelabuhan ini dibangun dengan maksud untuk pengembangan potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang. Selain itu, bertujuan juga untuk membentuk perekonomian Madura yang mandiri. Mengingat selama ini masyarakat Madura masih bergantung pada PPI Probolinggo untuk melakukan aktivitas perdagangan dan pengolahan perikanan.
 

Pembiayaan Proyek
Berdasarkan info dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sampaang diketahui rincian Pembiayaan Pembangunan PPI Camplong, sebagai berikut :
1. Reklamasi = 31,5 Milyar rupiah
2. Dermaga Utama = 11,5 Milyar rupiah
3. Prasarana Jalan dan Drainase = 470 Juta rupiah
4. Tempat Pelelangan Ikan = 660 Juta rupiah
5. Pembuatan Pabrik Es = 710 Juta rupiah
6. Tempat Pengepakan Ikan = 210 Juta rupiah
7. Tempat Sostir Ikan = 220 Juta rupiah
8. Fasilitas Umum = 4,26 Milyar rupiah
9. Shelter Nelayan = 180 Juta Rupiah
10. Pergudangan = 410 Juta rupiah
11. KIOS BAP = 400 Juta rupiah
12. Penataan Pelabuhan = 1,1 Milyar rupiah
13. Biaya Supervisi = 1,55 Milyar rupiah

Total Biaya = sekitar 63,17 Milyar rupiah

Konsep Pembiayaan

Selanjutnya, dilakukan identifikasi sumber pembiayaan dengan informasi yang dihimpun dari pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sampang, sebagai berikut :  

Tahun 2005 :

  • Reklamasi Lahan PPI Camplong = Dana Alokasi Khusus (DAK) + APBD Kab. Pendamping = 1,09 Milyar rupiah + 109 Juta rupiah = 1,12 Milyar rupiah

Tahun 2006 :

  • Reklamasi Lahan PPI Camplong = 2,4 Milyar rupiah (DAK) + 340 Juta rupiah (APBD) = 2,66 Milyar rupiah
  • Rehabilitas Kapal Jaring dan Pengadaan Peti Pendingin = 124 Juta rupiah (DAK) + 52 Juta rupiah (APBD) = 137 Juta rupiah

Tahun 2007 :

  • Reklamasi Lahan PPI Camplong = 1,9 Milyar rupiah (DAK) + 980 Juta rupiah (APBD) = 2,9 Milyar rupiah
  • Pembangunan Gedung Es = 175 Juta rupiah (DAK) + 17,5 juta rupiah (APBD) = 192 Juta rupiah
  • Dana Dekon Prop. = 208 Juta rupiah (DAK)

Tahun 2008 :

  • Reklamasi Lahan PPI Camplong + Pengadaan Fasilitas Penunjang = DAK + Dana Alokasi Umum (DAU) = 2,5 Milyar rupiah

Tahun 2009 :

  • Reklamasi Lahan PPI Camplong + Pengadaan Fasilitas Penunjang = DAU + APBD Propinsi + DAK = 3,6 Milyar

Tahun 2010 :

  • Reklamasi Lahan PPI Camplong + Pengadaan Fasilitas Penunjang = APBD + DAK = 4,7 Milyar

Sumber Pembiayaan :

Berdasarkan informasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sampang diketahui bahwa yang dilakukan dalam mencari sumber pembiayaan untuk pembangunan PPI Camplong adalah dengan metode pendekatan sumber pembiayaan konvensional. Dengan rincian sebagai berikut :

  • APBD tingkat II

Sumber pembiayaan ini berarti sumber pembiayaan yang berasal dari anggaran pembelanjaan daerah. Dalam hal ini berarti sumber pembiayaan pembangunan PPI Camplong menggunakan bantuan pembiayaan dari pemerintah Kabupaten Sampang.

  • APBD tingkat I

Sumber pembiayaan ini berarti sumber pembiayaan yang berasal dari anggaran pembelanjaan daerah tingkat I. Dalam hal ini berarti sumber pembiayaan pembangunan PPI Camplong menggunakan pembiayaan dari pemerintah Propinsi Jawa Timur.

  • APBN

bisa juga disebut dengan DAK (Dana Alokasi Khusus). Sumber pembiayaan ini berarti sumber pembiayaan yang berasal dari anggaran pembelanjaan negara. Dalam hal ini berarti sumber pembiayaan pembangunan PPI Camplong menggunakan pembiayaan dari belanja negara yang diperuntukkan bagi pembangunan PPI Camplong Kabupaten Sampang.

  • Dana Alokasi Umum
  •  

termasuk dalam APBD tingkat II dimana dana ini berfungsi membelanjakan untuk keperluan Kabupaten Sampang secara umum.

  • Dana Alokasi Khusus

termasuk dalam APBD tingkat II dimana dana ini berasal dari pemerintah pusat untuk membelanjakan keperluan tertentu sesuai syarat dari pemerintah pusat.

Sintesa Pembiayaan :

Dengan demikian, teridentifikasi bahwa penyebab terhambatnya pembangunan PPI Camplong diantaranya dikarenakan terlalu mengandalkan pembiayaan dari pusat (pendekatan konvensional) yang sifatnya terbatas.

REKOMENDASI

Pemilihan Sumber Pembiayaan yang Relevan

kerjasama pemerintah (public) dan swasta (private) karena, proyek yang dilaksanakan akan mendapat supply dana yang cukup besar tanpa harus berhutang (yang pada akhirnya harus mengembalikan pinjaman dengan ditambah bunga), namun tetap terkontrol karena pemerintah memiliki pengaruh yang cukup besar (minimal sebagai pemilik lahan) atas kebijakan yang akan diterapkan. Hal ini mengingat potensi dari keberadaan beberapa perusahaan pengeboran minyak yang membutuhkan lahan kosong untuk meletakkan peralatan berat untuk pengeboran minyak. Biasanya perusahaan tersebut menggunakan pelabuhan Tanjung Perak untuk meletakkan alat-alat berat tersebut.

Strategi Pembiayaan yang Relevan

BOT (Build Operate Transfer), dengan strategi :

  • Mengajak kerja sama perusahaan pengeboran minyak yang melakukan aktivitas pengeboran di lepas pantai selatan Kabupaten Sampang.
  • Melakukan kesepakatan dalam hal kontrak waktu dan biaya dari penggunaan lahan tersebut. Melakukan kontroling oleh pemerintah kepada penyewa.

Strategi sewa-menyewa dalam hal ini dalam rangka mengumpulkan dana untuk pembangunan PPI Camplong. Potensi dapat dilihat karena peruntukan lahan untuk kawasan PPI Camplong yang cukup luas yaitu sekitar 2 Ha. (Sumber : Kerangka Acuan ANDAL PPI Camplong). Karena keterbatasan biaya hingga saat ini masih dalam proses reklamasi, dengan demikian sebagian lahan kosong dapat disewakan untuk penyimpanan alat berat milik perusahaan pengeboran minyak tertentu. Sedangkan sebagian lahan lainnya dapat dibangun dengan biaya dari persewaan oleh perusahaan pengeboran minyak tersebut. Setelah PPI selesai, maka peruntukannya dapat diambil alih lagi oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat. (Analisa, Januari 2011)

Oleh : Dediarta Bintoro
3607 100 038
Perencanaan Wilayah dan Kota – ITS Surabaya

Responses

  1. Mhon maaf

    saya minta konfirmasinya
    Ada pernyataan APBN bisa disebut juga DAK?
    Lalu apa yang membedakan keduanya?
    Apakah ada salah pengetikan?
    Trimakasih

    • DAK dan APBN sama-sama bersumber dari pembiayaan uang kas negara..

      Secara spesifik yang membedakan disini adalah untuk DAK msuk dalam kategori APBD tingkat Kabupaten, akan tetapi DAK dibelanjakn utk kprluan yg telah disyaratkn oleh rencana pusat.
      misalnya pemerintah pusat memberi uang mentah 500juta untuk membangun fasilitas umum pndukung PPI..

      sedangkan APBN adalah anggaran yg dibelanjakn oleh pusat untuk daerah. Misalnya pemerintah pusat membelikan pesawat tempur untuk keamanan di Kabupaten Sampang..

  2. paparan yang sangat bagus dan bermanfaat’

  3. Merupakan strategi yang menarik dengan melibatkan swasta dalam pembangunan Pelabuhan pendaratan Ikan terutama di Madura.
    Akan tetapi, dengan menggandeng swasta dari pihak pengeboran minyak terkesan beresiko. Apalagi mengingat dampak yang mungkin ditimbulkan kepada ekosistem di pesisir Madura.
    Sebaiknya dicari alternatif lain terkait pembiayaan yang berkaitan dengan swasta. Sehingga dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi kedua belah pihak, melainkan juga kepada pembangunan yang lebih berkelanjutan.

    ^_^
    Ulasan yang menarik.

    • Kerja sma disini bukn berarti mengajak pihak asing untuk melakukan aktivitas pengeboran minyak di lahan PPI Camplong..

      Wjud krja sama ini adalah dengan meminjamkan lahan yang masih belum digunakan sebagai tempat penyimpanan alat-alat berat.
      Hal ini dikarenakan selama ini perusahaan minyak tersebut harus bolak-balik Sampang-Tanjung Perak hanya untuk mengambil peralatan berat.

      Dengan krja sama ini, diharapkan swasta mendapat keuntungan dengan memanfaatkan lahan kosong yang belum terbangun untuk menyimpan alat-alat berat yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

      Trima ksih komentarnya..

  4. sangat sistematis artikel anda,dalam sumber pembiayaannya.
    mungkin yg sy tanyakan alasan anda memilih BOT ?
    jika didasari kerjasama pemerintah-swasta mengapa tidak menggunakan sistem Joint Ventures sj?

    trims,.salam hangat

    • BOT dipilih sebagai pertimbangan karena krja sama ini hanya bersifat sementara..
      hanya untuk menambah biaya untuk penyelesaian proyek PPI Camplong..
      Karena setelah selesai,akan kembali diperuntukkan untuk masyarakat dan dikelola pemerintah..

      Bila menggunakan sistem Joint Venture,dikhawatirkan ada niat-niat untuk mencari keuntungan lebih sehingga menekan masyarakat nantinya..
      Terima kasih komentarnya..

  5. paparan dan ide yang sangat bagus..
    tapi perlu sedikit dikaji lebih lanjut dengan kemampuan dan kesiapan dari SDM disana..
    pembangunan apapun, apalagi yang menyangkut daerah lahan, tanah, dan sumber daya alam negeri ini akan jauh lebih baik jika dikelola putra bangsa sendiri..
    pernah saya mengunjungi suramadu tahun lalu (entah sekarang berbeda atau tidak), tapi yang dari saya lihat, saya menilai bahwa adanya ke”jomplang”an antara daerah suramadu dan pinggir2nya..
    sesuai yang potensial akan sangat bagus jika dikembangkan dengan bijak pula..
    tidak hanya mengandalkan negara lain untuk mengambil keuntungan dari SDA kita..
    percayakan saja pada putra bangsa..

    • Terima kasih pendapatnya..

      Pengelolaan tetap di tangan pemerintah ko..
      hanya sebagian lahan PPI akan disewakan oleh swasta..
      Ini hanya sementara sampai PPI Camplong dinyatakan selesai dibangun..

      Setelah selesai dibangun, pemerintah akan mengambil alih pengelolaan dan dperuntukkan untuk masyarakat.

  6. Pengembangan Pelabuhan Ikan memang butuh biaya besar mas.
    Tapi apa dengan hanya menyewakan sebagian lahan bisa mengejar target hingga 2013? kayanya masih merupakan tugas besar bagi pemerintah daerah ya?
    Cari ide lain mas. biar cepet bisa dimanfaatkan masyarakat.

    • Berdasarkan trend,,Bila diasumsikan sumber dana dari tahun 2005-2013 sebesar 4 Milyar rupiah per tahun. Maka, dapat diperkirakan pada tahun 2013 terkumpul dana sebesar sekitar 36 Milyar rupiah. Dan untuk mencapai sisa target biaya pembangunan hingga sebesar sekitar 63 Milyar rupiah akan membutuhkan waktu normal sekitar 8 tahun lagi terhitung dari tahun 2010.

      Melihat skenario pesimis tersebut. Lebih baik dilakukan pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan yang tidak merugikan, akan tetapi bermanfaat dan efektif dalam pengumpulan dana secara cepat.
      Saya rasa cara di atas cukup efisien dan aman mengingat lahan tersebut hanya disewakan untuk menyimpan alat berat saja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: